Kerja sama ICCN dan Privy memiliki cakupan yang lebih luas dan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan internal kedua institusi.
Program kolaborasi dapat menyasar pengurus serta anggota ICCN, jaringan kota dan kabupaten kreatif, komite ekonomi kreatif daerah, Creative Center, komunitas kreatif, pelaku ekonomi kreatif, kreator, talenta kreatif, UMKM, startup, event organizer, perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi, asosiasi, serta berbagai mitra strategis ICCN.
Dengan cakupan tersebut, kerja sama ini berpotensi menjadi salah satu model transformasi digital yang dapat diterapkan di berbagai wilayah dalam jaringan Creative Cities di Indonesia.
ICCN dapat berperan menghubungkan program dengan jaringan kota dan kabupaten kreatif, komunitas, serta stakeholder ekonomi kreatif. Sementara Privy mendukung dari sisi teknologi, edukasi, teknis, dan implementasi sesuai ruang lingkup kerja sama.
Perpaduan antara jaringan ekosistem dan infrastruktur teknologi menjadi salah satu kekuatan utama dari kolaborasi tersebut.
Baca Juga: Profil dan Biodata Bilal Hasan, Petarung Keturunan Indonesia yang Menembus UFC
Dorong Gerakan Creative Cities Go Digital
Kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan inisiatif “Creative Cities Go Digital” yang diarahkan sebagai gerakan transformasi digital bagi kota dan kabupaten kreatif di Indonesia.
Program tersebut dapat meliputi digitalisasi kelembagaan, onboarding identitas digital, penggunaan tanda tangan elektronik, pemanfaatan e-Meterai, digitalisasi dokumen, peningkatan literasi keamanan digital, pendampingan transformasi digital, penguatan komunitas kreatif, hingga pengembangan proyek percontohan di sejumlah kota dan kabupaten.
Melalui pendekatan tersebut, transformasi digital diharapkan tidak sekadar berorientasi pada penggunaan teknologi. Lebih jauh, program ini dapat menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan digital berbagai stakeholder ekonomi kreatif.
Proyek percontohan di sejumlah daerah nantinya dapat digunakan untuk menguji model implementasi, melihat dampak, serta mengidentifikasi pembelajaran yang dapat diterapkan kembali di jaringan Creative Cities lainnya.
Ruang kerja sama juga mencakup onboarding pengguna, aktivasi identitas digital, pemanfaatan tanda tangan elektronik dan e-Meterai, digitalisasi dokumen serta administrasi komunitas, edukasi keamanan digital, hingga integrasi dengan berbagai platform digital.
Baca Juga: Profil Aisyah Thisia, Istri Gubernur Kalteng yang Disorot usai Ucapan Ultah di Tengah Karhutla
Perkuat Pemahaman Digital Trust
Perkembangan aktivitas ekonomi kreatif berbasis digital membuat aspek kepercayaan menjadi semakin penting.