nasional

Viral Pungli Rp1 Juta untuk Ambil Motor di Surabaya, Oknum Polisi Dikenai Sanksi Demosi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:14 WIB
Anggota yang viral karena terlibat dalam dugaan pungli pengambilan BB kendaraan dapat sanksi. (Threads/tasyamarcella96 - Instagram/luthfie.daily)

Ia kemudian memerintahkan jajaran terkait untuk segera memproses anggota yang diduga melakukan pelanggaran tersebut.

“Saya minta Pak Kasipropam proses yang bersangkutan ini. Lakukan tindakan disiplin kode etik. Kabag Sumda, mutasikan yang bersangkutan, demosi,” tegas Luthfie.

Selain meminta anggota yang bersangkutan ditindak, Luthfie juga menyoroti aspek pengawasan di internal kepolisian.

Ia meminta para kepala satuan turut bertanggung jawab dan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

“Saya minta ini para Kasat juga harus bertanggung jawab, saya menilai tidak ada pengawasan optimal dari Kasat. Saya minta ini menjadi pelajaran betul,” katanya.

“Saya minta ini jadi kejadian yang terakhir, jangan ada kejadian ini lagi,” sambungnya.

Baca Juga: Sapa Warga Nagekeo, Prabowo Tegaskan Pemerintah Terus Hadir Bantu Korban Bencana Flores

Warga Tolak Uang Pengganti 10 Kali Lipat

Warga yang mengungkap dugaan pungli tersebut mengaku tidak bermaksud mencari keuntungan dari kasus yang dialaminya.

Dalam pertemuan dengan Kapolrestabes Surabaya, ia bahkan sempat ditawari uang pengganti sebesar 10 kali lipat dari nominal yang sebelumnya diberikan.

Namun, tawaran tersebut ditolak. Warga itu hanya meminta agar uang yang telah dikeluarkannya dikembalikan.

“Beliau menyampaikan permohonan maaf dan anggota bersangkutan akan ditindak tegas,” ungkap pemilik akun @tasyamarcella96.

“Saya sempat ditawarkan uang pengganti sebesar 10 kali lipat dari nominal yang sebelumnya saya keluarkan, namun saya menolak dan hanya meminta dikembalikan sejumlah uang yang saya keluarkan,” lanjutnya.

Dalam video yang diunggahnya, Luthfie memang menyampaikan kesediaan untuk mengembalikan uang warga tersebut dengan nilai 10 kali lipat.

Warga tersebut menjelaskan bahwa dirinya mengangkat persoalan ini ke publik bukan untuk mendapatkan keuntungan, melainkan agar praktik serupa tidak dianggap sebagai sesuatu yang wajar.

Halaman:

Tags

Terkini