nasional

Dari Hambalang, Prabowo Soroti Karhutla hingga Syarat Prajurit TNI: Ada Pesan yang Dikirim ke Desa

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:05 WIB

TITIKTEMU.CO-Bukan sekadar pertemuan biasa, agenda Presiden Prabowo Subianto di Hambalang pada Sabtu, 29 Agustus 2026, menyentuh sejumlah persoalan yang langsung bersinggungan dengan masyarakat.

Prabowo memanggil sejumlah pejabat untuk membahas perkembangan berbagai isu, mulai dari bencana alam hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pertemuan berlangsung sejak sore hingga malam di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor.

Informasi mengenai pertemuan tersebut disampaikan melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet. Sejumlah pejabat yang hadir antara lain Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.

Baca Juga: Nadin Amizah Bawa Kisah Laika ke Album Terbaru: 11 Lagu tentang Rindu yang Tak Punya Rumah

Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Karhutla Jadi Salah Satu Perhatian Utama

Salah satu pembahasan yang mencuat adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Fokusnya tidak hanya berada di satu wilayah, tetapi mencakup kawasan yang dinilai menghadapi persoalan serius, terutama Kalimantan dan Sumatra.

Persoalan ini menjadi semakin penting ketika memasuki musim kemarau. Pembukaan lahan dengan cara membakar bukan hanya berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, tetapi juga dapat menimbulkan dampak luas bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga: Dapur MBG Bisa Dibuka Pakai Uang? BGN Bongkar Modus Oknum yang Catut Nama Pimpinan

Karena itu, Prabowo meminta edukasi kepada masyarakat diperkuat. Menariknya, pesan tersebut tidak hanya diarahkan kepada kementerian atau pemerintah daerah, tetapi juga ingin disampaikan hingga tingkat desa.

Babinsa Diminta Ikut Edukasi Warga

Presiden meminta para Babinsa yang berada di desa turut memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya membakar hutan dan lahan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak semata-mata mengandalkan pemadaman setelah api muncul. Edukasi sebelum kebakaran terjadi justru menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko.

Baca Juga: Siapa Ketua NU Terpilih di Muktamar 2026? Ini Calon dan Mekanisme Barunya

Babinsa yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di wilayah binaannya diharapkan dapat mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan membakar, khususnya ketika kondisi musim kemarau meningkatkan potensi kebakaran.

Pesannya sederhana, tetapi konsekuensinya besar: menjaga hutan dan lahan tidak bisa menunggu sampai asap memenuhi udara.

Halaman:

Tags

Terkini