Baca Juga: DPR Prihatin Gempa 7,7 Magnitudo di NTT, Dasco Dorong Percepatan Evakuasi dan Bantuan Warga
Menurutnya, memberikan kesempatan pendidikan kepada anak merupakan salah satu bentuk investasi paling penting untuk masa depan bangsa.
“Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak. Saya yakin Rizki, kau akan menjadi pribadi yang kuat,” sambungnya.
Citra Hampir Putus Sekolah karena Bantu Ibu Berjualan
Selain Rizki, Prabowo juga menceritakan perjuangan Citra Nur Ramadhani, siswi asal Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan.
Citra hampir meninggalkan bangku sekolah ketika masih duduk di kelas 4 SD. Saat itu, ia harus membantu ibunya berjualan kacang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi tersebut semakin berat setelah ayah Citra meninggal dunia. Sementara itu, sang ibu merupakan penyandang disabilitas.
Di tengah keterbatasan tersebut, Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada Citra untuk tetap memperoleh pendidikan.
Tidak hanya kembali bersekolah, Citra juga mampu menunjukkan prestasi di bidang olahraga. Ia berhasil menjadi juara karate tingkat kabupaten.
Baca Juga: Detik-detik Gempa NTT M 7,7 di Pulau Padar: Wisatawan Saling Berpegangan, Warga Naik Gunung
Bagi Prabowo, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kondisi ekonomi tidak semestinya menjadi penghalang bagi anak untuk berkembang.
“Capaian ini membuktikan bahwa pelajar dari keluarga yang paling tidak berdaya, paling tidak mampu, jika diberi kesempatan, diberi fasilitas, diberi bimbingan, bisa mencapai prestasi yang tertinggi,” tegasnya.
Sekolah Rakyat Jadi Jalan Meraih Masa Depan
Bagi anak-anak seperti Rizki dan Citra, Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Program tersebut juga memberikan ruang bagi mereka untuk kembali membangun kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan, meraih prestasi, sekaligus menyusun kembali cita-cita yang sempat terhenti karena persoalan ekonomi.