Proses pencarian, evakuasi, dan pendataan masih berlangsung. Dengan kondisi tersebut, BNPB memperkirakan data korban maupun dampak bencana masih berpotensi mengalami perubahan.
Data Kerusakan Bangunan Masih Didata
Selain korban jiwa, kerusakan akibat gempa juga masih dalam proses pendataan oleh pemerintah dan pihak terkait.
BNPB melaporkan terdapat sejumlah ruas jalan yang terdampak longsor. Namun, data mengenai tingkat kerusakan jalan masih dihimpun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Suharyanto mengatakan, data pada hari pertama bencana masih bersifat sementara dan dapat terus berkembang.
“Ini adalah hari pertama terjadinya bencana, datanya akan berkembang terus dan nanti akan diberikan informasi kepada rekan-rekan media secara day-to-day, hari per hari,” jelasnya.
Baca Juga: Viral Kondisi Labuan Bajo Usai Gempa NTT M 7,7, Warga Sebut Air Laut Sempat Surut
Berdasarkan data sementara BNPB, sedikitnya 54 rumah mengalami rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah lainnya rusak ringan.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum. BNPB mencatat lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan terdampak.
Selain itu, tiga fasilitas ibadah serta enam kantor pemerintahan juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa.
BMKG Sempat Keluarkan Peringatan Tsunami
Pasca gempa M 7,7 tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB. BMKG juga melaporkan adanya gelombang tsunami dengan ketinggian di bawah satu meter di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Viral CCTV Satpol PP Aceh Utara Diduga Ambil Rokok saat Razia, 2 Petugas Kini Diperiksa
“Peringatan dini Tsunami yang disebabkan oleh gempa mag:7, tanggal: 15-Aug-26 04:58:24 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG melalui akun media sosial X pada Sabtu, 15 Agustus 2026.