Ia pun menegaskan bahwa cerita yang dibagikannya merupakan pengalaman pribadi dan tidak dimaksudkan untuk menyudutkan dokter maupun rumah sakit tertentu.
“Ini murni pengalaman pribadiku, bukan untuk menyalahkan pihak mana pun. Jangan takut bertanya dan mencari second opinion jika memang diperlukan. Setiap kondisi pasien berbeda,” kata Fahira.
Nalar Rawat Minta Fahira Beri Klarifikasi
Konten Fahira tersebut sebelumnya mendapatkan perhatian dari organisasi kesehatan Nalar Rawat. Mereka meminta adanya penjelasan lebih terbuka terkait diagnosis yang disebut diterima Fahira dari tiga rumah sakit di Indonesia.
Nalar Rawat juga meminta informasi mengenai data medis serta kronologi pemeriksaan yang dilakukan sebelum Fahira memutuskan mencari pemeriksaan lanjutan ke Penang.
Selain persoalan diagnosis, Nalar Rawat turut mempertanyakan kemungkinan adanya kerja sama komersial dalam konten yang memperlihatkan pengobatan Fahira di salah satu rumah sakit di Penang.
Mereka meminta klarifikasi apakah terdapat hubungan berupa endorsement, sponsorship, barter layanan, paid partnership, penggantian biaya (reimbursement), fasilitas perjalanan, maupun bentuk kerja sama lainnya dengan Island Hospital atau pihak yang mewakilinya.
“Nalar Rawat memberikan waktu 3x24 jam sejak penyampaian surat untuk menerima klarifikasi yang substantif,” demikian keterangan Nalar Rawat yang dikutip pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Awal Mula Konten Fahira Ramai Dibahas
Sebelumnya, Fahira mengunggah pengalaman menjalani pemeriksaan di Island Hospital, Penang, Malaysia, setelah sebelumnya mendapatkan diagnosis usus buntu di Indonesia.
Dalam unggahan pada Minggu, 9 Agustus 2026, Fahira menceritakan bahwa dirinya sempat mendapat diagnosis usus buntu dari tiga rumah sakit dan disarankan segera menjalani operasi karena dikhawatirkan kondisi tersebut dapat memburuk.
“Divonis usus buntu di 3 rumah sakit di Indonesia harus segera operasi supaya usus nggak pecah,” ujar Fahira dalam konten tersebut.
Ia juga mengungkapkan sejumlah keluhan yang dialaminya sebelum menjalani pemeriksaan, di antaranya demam tinggi, nyeri pada bagian kanan perut, serta muntah-muntah.