Keluhan serupa juga disampaikan akun Threads @by_feebyy. Ia menyebut pelaku usaha pariwisata di Labuan Bajo sedang menghadapi banyak wisatawan yang meminta refund setelah sejumlah destinasi ditutup dengan alasan kondisi cuaca.
Menurutnya, situasi tersebut membuat pelaku wisata harus mengurus pengembalian dana sekaligus memberikan penjelasan kepada para tamu.
Komentar lain juga muncul dari akun @gi_djib. Ia mengaku prihatin dengan kondisi pelaku pariwisata yang harus menghadapi komplain dan mengurus refund, sementara di sisi lain muncul kabar adanya pihak yang tetap dapat beraktivitas di kawasan wisata tersebut.
Keluhan Juga Muncul di Akun KSOP Labuan Bajo
Sorotan terhadap kondisi tersebut ternyata tidak hanya muncul di Threads. Sejumlah komentar dari pelaku pariwisata juga terlihat pada akun Instagram KSOP Labuan Bajo.
Salah satu pengguna Instagram, @firman_photogrphy, mengungkapkan bahwa agen perjalanan telah berusaha menjelaskan aturan pembatasan pelayaran kepada para klien.
Menurutnya, sejumlah wisatawan bahkan sudah mengeluarkan biaya besar dan meluangkan waktu untuk datang ke Labuan Bajo, tetapi akhirnya harus menerima pembatalan perjalanan karena adanya larangan pelayaran.
Ia kemudian mempertanyakan ketika muncul foto artis yang terlihat tetap dapat berkunjung ke Pulau Padar di tengah situasi tersebut.
Keluhan itu menggambarkan keresahan pelaku usaha pariwisata yang berada di posisi sulit ketika harus menjalankan aturan sekaligus menghadapi wisatawan yang kecewa karena perjalanan mereka batal.
KSOP Kembali Buka Pelayaran ke Taman Nasional Komodo
Di tengah ramainya perbincangan tersebut, KSOP Kelas III Labuan Bajo kemudian mengeluarkan pengumuman terbaru terkait aktivitas pelayaran.
Pelayaran menuju Taman Nasional Komodo dan wilayah sekitarnya kembali diperbolehkan dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca maritim BMKG serta hasil pemantauan kondisi laut dari pos darat.
Meski demikian, pembukaan pelayaran tersebut disertai sejumlah ketentuan keselamatan yang harus dipatuhi oleh para nakhoda.
Nakhoda diminta memastikan kapal dalam kondisi laik laut serta secara mandiri terus memantau perkembangan cuaca selama perjalanan. Jika terjadi perubahan kondisi yang berpotensi membahayakan, tindakan keselamatan harus segera dilakukan.