nasional

Masih Kepikiran The Odyssey? 7 Buku Ini Bisa Membawamu Makin Jauh dari Ithaca

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:18 WIB

TITIKTEMU.CO-Kalau setelah menonton The Odyssey kamu merasa perjalanan Odysseus belum benar-benar selesai, itu bukan perasaan yang aneh. Ada sesuatu dari kisah pulang ke Ithaca setelah bertahun-tahun mengembara yang membuat kepala terus dipenuhi dewa, monster, perang, dan pertanyaan tentang arti "pulang".

Film garapan Christopher Nolan memang membawa kembali epik Homer ke layar lebar dengan skala kolosal. Namun, kalau rasa penasaranmu justru semakin menjadi-jadi setelah film selesai, rak buku punya beberapa pintu masuk menarik untuk menjelajahi dunia tersebut.

1. Mythos — Stephen Fry

Sebelum mengikuti Odysseus, ada baiknya berkenalan dulu dengan keluarga besar yang membuat kehidupan para manusia begitu rumit: para dewa Yunani.

Baca Juga: The Odyssey Ternyata Bukan Cuma Soal Perang Troya, Ini Pelajaran Geopolitik yang Masih Relevan Hari Ini

Mythos karya Stephen Fry menceritakan ulang berbagai mitos Yunani dengan gaya ringan, lucu, dan mudah dicerna. Zeus, Hera, Athena, Aphrodite, dan kawan-kawan tidak terasa seperti patung marmer yang jauh dari kehidupan manusia. Mereka justru seperti keluarga yang terlalu banyak drama dan kebetulan memiliki kekuatan supernatural.

2. Circe — Madeline Miller

Bagaimana jika kisah Odysseus diceritakan dari sudut pandang perempuan yang pernah ia temui?

Itulah daya tarik Circe. Madeline Miller mengubah sosok penyihir yang dikenal dari The Odyssey menjadi karakter dengan perjalanan hidupnya sendiri—tentang kesepian, kekuasaan, cinta, dan usaha menemukan tempat di dunia para dewa.

Baca Juga: Tom Holland Sampai Bingung: Ternyata Adegan Gila di The Odyssey Bukan CGI!

Novel ini cocok untuk kamu yang ingin melihat mitologi Yunani bukan sekadar sebagai kisah kepahlawanan, melainkan sebagai cerita tentang manusia dan luka mereka.

3. ODY-C — Matt Fraction dan Christian Ward

Kalau menurutmu mitologi Yunani kurang gila tanpa perjalanan antargalaksi, ODY-C mungkin jawabannya.

Novel grafis ini mengambil kerangka The Odyssey, kemudian membongkar gender karakter, mengubah latar menjadi luar angkasa, dan menyuntikkan elemen fiksi ilmiah yang liar. Hasilnya bukan sekadar adaptasi, melainkan eksperimen visual yang terasa seperti Homer bertemu space opera.

Baca Juga: 8 Film Marvel yang Sebaiknya Ditonton Sebelum Spider-Man: Brand New Day, Nomor 6 Wajib Banget

Halaman:

Tags

Terkini