nasional

Viral Gadis Kecil di Bali Menangis Saat Pemakaman Ayah Korban Pengeroyokan, UAS Soroti Aksi Main Hakim Sendiri

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:13 WIB
Menyoroti penuturan Ustaz Abdul Somad terkait viralnya tangisan gadis kecil di Bali yang melepas kepergian ayahnya yang tewas diamuk massa. (Instagram.com/@ustadzabdulsomad_official)

TITIKTEMU.CO – Sebuah video yang memperlihatkan seorang gadis kecil menangis saat prosesi pemakaman ayahnya di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi perhatian luas di media sosial.

Peristiwa tersebut menyita simpati publik setelah diketahui sang ayah, berinisial IKD, meninggal dunia usai diduga menjadi korban pengeroyokan massa karena dituduh mencuri seekor ayam.

Dalam video yang beredar, putri bungsu korban tampak menangis histeris sambil memanggil ayahnya ketika jenazah akan dimakamkan di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar.

Korban diketahui meninggalkan seorang istri beserta tiga orang anak yang kini harus menghadapi kehilangan orang tua mereka.

Baca Juga: Kronologi Kebakaran Rumah di Pulomas yang Tewaskan Dua Anak, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

UAS Sampaikan Duka dan Soroti Aksi Main Hakim Sendiri

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian dari Ustaz Abdul Somad (UAS). Melalui akun Instagram resminya pada Senin, 27 Juli 2026, ia menyampaikan keprihatinan atas insiden yang merenggut nyawa seseorang akibat dugaan tindakan main hakim sendiri.

UAS menegaskan bahwa dugaan pencurian tetap merupakan perbuatan yang salah. Namun, menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menghilangkan nyawa seseorang.

Dalam pesannya, UAS juga mengajak masyarakat melihat peristiwa itu dari sisi kemanusiaan, terutama dampak yang harus ditanggung keluarga korban, khususnya anak-anak yang kehilangan sosok ayah.

Baca Juga: Kronologi Bentrok Matraman Jakarta Pusat, Penjual Nasi Uduk Ungkap Awal Keributan hingga Gerobaknya Dirusak

Soroti Kondisi Sosial Masyarakat

Selain menyampaikan belasungkawa, UAS juga menyinggung persoalan sosial yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama.

Ia mempertanyakan mengapa masih ada masyarakat yang terjerat tindak pidana karena faktor ekonomi, padahal Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu disikapi melalui penyelesaian yang adil dan sesuai dengan ketentuan hukum, bukan dengan tindakan kekerasan.

Halaman:

Tags

Terkini