Baca Juga: Anak Generasi Alpha Tidak Butuh Lebih Banyak Aturan — Mereka Butuh Ini
Jadi, entrepreneur bukan pilihan yang lebih tinggi. Ia hanya pilihan yang berbeda.
Anti-Hustle Culture Bukan Berarti Anti-Kerja
Menolak hustle culture juga sering disalahpahami sebagai keinginan untuk bekerja seminimal mungkin.
Padahal, ada perbedaan besar antara tidak mau bekerja keras dan tidak mau menjadikan pekerjaan sebagai seluruh identitas hidup.
Seorang pekerja bisa sangat serius dengan profesinya sekaligus tetap ingin punya waktu untuk keluarga, olahraga, membaca, beristirahat, atau sekadar menonton sesuatu tanpa merasa bersalah.
Produktivitas yang sehat bukan perlombaan siapa yang paling kelelahan.
Pilih Karier yang Cocok dengan Hidupmu
Tidak semua orang membutuhkan bisnis sendiri. Tidak semua orang cocok menjadi freelancer. Ada pula yang justru berkembang ketika bekerja dalam organisasi dengan tim, sistem, mentor, dan tanggung jawab yang jelas.
Yang perlu dicari bukan pekerjaan yang terlihat paling keren di internet, tetapi pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, kebutuhan finansial, toleransi terhadap risiko, dan kehidupan yang ingin dibangun.
Kalau suatu hari ingin membuka bisnis, silakan. Kalau ingin tetap menjadi profesional di perusahaan sampai pensiun, juga sah.
Sebab, karier bukan lomba untuk menjadi bos paling cepat. Pada akhirnya, yang penting bukan siapa yang paling sibuk atau paling terlihat sukses, melainkan apakah pekerjaan yang dijalani membantu seseorang membangun kehidupan yang memang ia inginkan.***