TITIKTEMU.CO-Buka media sosial beberapa menit saja, kemungkinan besar Anda akan menemukan unggahan bertuliskan, "Lagi healing dulu," entah saat liburan ke pantai, nongkrong di kafe, atau sekadar menikmati secangkir kopi.
Kata healing kini seolah menjadi label untuk hampir semua aktivitas yang menyenangkan. Padahal, jika ditelusuri lebih jauh, makna healing jauh lebih dalam daripada sekadar jalan-jalan atau kabur sejenak dari rutinitas.
Fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana sebuah istilah psikologi bisa berubah menjadi bahasa populer yang digunakan jutaan orang setiap hari. Sayangnya, semakin sering dipakai, semakin banyak pula yang salah memahami artinya.
Apa Sebenarnya Arti Healing?
Secara harfiah, healing berarti proses pemulihan. Dalam konteks kesehatan mental, healing adalah perjalanan seseorang untuk memulihkan diri dari luka emosional, stres berkepanjangan, trauma, atau pengalaman hidup yang berat.
Proses ini tidak selalu menyenangkan. Justru, healing sering kali mengharuskan seseorang menghadapi emosi yang selama ini dihindari, menerima kenyataan, hingga belajar membangun kebiasaan yang lebih sehat. Karena itu, healing bukan sesuatu yang selesai dalam satu akhir pekan.
Kenapa Kata Healing Menjadi Sangat Populer?
Media sosial punya peran besar dalam memopulerkan istilah ini. Konten perjalanan, staycation, hingga video "self-care day" sering diberi label healing karena terdengar lebih menarik dan mudah dipahami.
Di sisi lain, setelah pandemi COVID-19, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental meningkat. Banyak orang mulai mencari cara mengurangi stres dan menemukan istilah healing sebagai kata yang terasa relevan dengan kondisi mereka.
Akhirnya, makna healing meluas. Semua aktivitas yang membuat hati lebih lega dianggap sebagai healing, meskipun sebenarnya hanya bentuk rekreasi atau hiburan sesaat.
Baca Juga: Transit Lama Tak Lagi Membosankan! 10 Maskapai Ini Kasih Hotel Gratis hingga Visa, Sudah Tahu?
Healing Bukan Sekadar Liburan