Berdasarkan data yang dihimpun Halodoc, pekerja usia muda lebih banyak mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Memasuki usia produktif antara 30 hingga 49 tahun, keluhan didominasi gangguan muskuloskeletal yang berkaitan dengan aktivitas kerja.
Sementara pada kelompok usia di atas 50 tahun, penyakit kardiovaskular dan kanker menjadi penyumbang biaya kesehatan terbesar.
Laporan tersebut juga mencatat adanya perbedaan berdasarkan jenis kelamin. Sebanyak 81 persen pasien penyakit kardiovaskular merupakan laki-laki, sedangkan 72 persen pasien kanker adalah perempuan.
Temuan ini dinilai penting sebagai dasar penyusunan program skrining kesehatan yang lebih spesifik sesuai karakteristik tenaga kerja.
Telemedicine Dinilai Lebih Efisien
Laporan juga menunjukkan bahwa layanan Digital Cashless Outpatient (DCO) atau telemedicine milik Halodoc mampu meningkatkan efisiensi biaya layanan kesehatan.
Sebanyak 24 persen kasus berhasil ditangani melalui telemedicine dengan hanya menggunakan sekitar 8 persen total biaya kesehatan.
Selain itu, lebih dari 95 persen pasien tidak memerlukan kunjungan lanjutan ke fasilitas kesehatan dalam waktu 30 hari setelah konsultasi daring.
Untuk pasien dengan penyakit kronis, penggunaan layanan digital bahkan mampu menekan biaya pengobatan hingga 66,4 persen dalam periode 90 hari dibandingkan pasien yang tidak memanfaatkan layanan tersebut.
Hadirkan Ekosistem Layanan Kesehatan Terintegrasi
Halodoc for Business kini menghadirkan layanan kesehatan yang saling terhubung mulai dari konsultasi dokter 24 jam, pengiriman obat, layanan administrasi klaim, hingga pendampingan saat pasien menjalani perawatan di rumah sakit.
Melalui layanan Third Party Administrator (TPA), proses administrasi dan klaim kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dengan sistem cashless yang telah terintegrasi bersama perusahaan dan mitra asuransi.