Mereka hidup sederhana, mengandalkan bantuan dari kerabat dan teman dekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tetangga sekitar mengenal Heru sebagai sosok yang rendah hati dan tidak banyak mengeluh. Meski berasal dari keluarga pejuang bangsa dan pernah memiliki karier mentereng di luar negeri, ia tetap bersikap sederhana.
Bahkan, menu makan favoritnya hanya telur, kecap, atau ayam semur.
Kondisi Heru akhirnya menarik perhatian pemerintah. Kementerian Sosial kemudian memindahkan Heru bersama istrinya ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi Timur agar memperoleh tempat tinggal yang lebih layak sekaligus penanganan kesehatan yang lebih optimal.
Di sentra tersebut, tim akan melakukan asesmen menyeluruh untuk menentukan langkah perawatan terbaik sesuai kondisi kesehatan Heru. Pemerintah juga akan mengevaluasi kemungkinan tindak lanjut pengobatan yang sebelumnya sempat tertunda.
Di tengah keterbatasannya, Heru masih menyimpan harapan sederhana. Ia ingin kembali sehat agar tetap bisa bermanfaat bagi sesama. Pesannya kepada generasi muda pun tetap sama seperti nilai yang diwariskan sang ayah: jangan pernah melupakan sejarah, hiduplah disiplin, dan jagalah kemerdekaan dengan menaati aturan yang telah dimiliki bfangsa sendiri.