nasional

Viral Oknum Nakes RS Efarina Etaham Siantar Unggah Konten Bayi NICU, Berujung Resign dan Tuai Kecaman Publik

Senin, 29 Juni 2026 | 22:40 WIB
Oknum nakes RS Efarina Etaham Siantar resmi resign usai konten bayi NICU viral. Permintaan maaf disampaikan kepada publik. (Instagram/rsefarinaetahamsiantar)

Dalam unggahan yang dipublikasikan ulang oleh akun Threads @sarah.mtv, ia mengaku tidak pernah membayangkan kontennya akan viral.

Menurutnya, unggahan tersebut merupakan kesalahan pribadi yang telah melewati batas.

Ia juga meminta maaf kepada masyarakat, khususnya kepada rekan-rekan tenaga kesehatan yang merasa nama profesi mereka ikut tercoreng akibat tindakannya.

Selain itu, Tiara menjelaskan bahwa video yang dihapus bukan untuk menghilangkan jejak, melainkan agar tidak semakin menimbulkan kesalahpahaman.

Baca Juga: Mehdi Taremi Kritik FIFA soal Piala Dunia 2026, Sebut Iran Diperlakukan Tidak Adil akibat Masalah Visa dan Logistik

Resmi Mengundurkan Diri dari Rumah Sakit

Permintaan maaf kemudian kembali disampaikan Tiara melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi Rumah Sakit Efarina Etaham Siantar.

Dalam video tersebut, ia mengakui kesalahan yang telah diperbuat dan menyampaikan penyesalannya.

Tiara juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengajukan surat pengunduran diri karena menyadari tindakannya telah melanggar aturan internal rumah sakit sekaligus mencoreng nama baik institusi tempatnya bekerja.

Pihak manajemen rumah sakit turut memberikan pernyataan resmi.

Direktur Utama RS Efarina Etaham Siantar, dr. Novitasari Br Tarigan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.

Ia menegaskan bahwa rumah sakit telah mengambil langkah tegas dengan menerima pengunduran diri Tiara sehingga yang bersangkutan tidak lagi menjadi bagian dari tenaga kesehatan di RS Efarina Etaham Siantar.

Dokter dan Sesama Nakes Ikut Mengecam

Kasus tersebut juga mendapat perhatian dari kalangan tenaga medis.

Sejumlah dokter menyayangkan tindakan yang dilakukan karena dianggap bertentangan dengan etika profesi serta mengabaikan nilai kemanusiaan terhadap pasien, terlebih bayi yang sedang menjalani perawatan intensif.

Halaman:

Tags

Terkini