TITIKTEMU.CO-Dulu Indonesia membuka pintu selebar-lebarnya bagi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Kini, pintu itu masih terbuka, tetapi hanya untuk segelintir negara yang dianggap memenuhi sejumlah pertimbangan penting.
Perubahan kebijakan bebas visa Indonesia menjadi salah satu langkah yang cukup mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya warga dari 169 negara bisa masuk tanpa visa untuk kunjungan singkat, kini jumlahnya menyusut drastis menjadi hanya 16 negara.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Diskon Whoosh Sampai 50 Persen Diam-Diam Hadir Saat Libur Sekolah, Siapa Saja yang Bisa Dapat?
Direktorat Jenderal Imigrasi mengungkapkan bahwa pengalaman selama menerapkan kebijakan bebas visa secara luas menghadirkan dua sisi yang berbeda. Di satu sisi, jumlah kunjungan wisatawan memang meningkat. Namun di sisi lain, berbagai persoalan keimigrasian ikut bertambah.
Mulai dari penyalahgunaan izin tinggal hingga masuknya warga asing yang dinilai tidak memenuhi persyaratan administratif secara memadai menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintah.
Karena itu, pendekatan baru mulai diterapkan.
Alih-alih mengejar jumlah wisatawan sebanyak mungkin, pemerintah kini lebih fokus pada kualitas dan kepatuhan pengunjung yang datang ke Indonesia.
Baca Juga: Dituduh Curi Raket Padel, Karyawan Ini Alami 2 Hari Mencekam dan Dipaksa Bayar Rp50 Juta
Menurut pihak Imigrasi, hasil dari kebijakan yang lebih selektif ini cukup terasa. Pengawasan menjadi lebih mudah dilakukan dan potensi pelanggaran keimigrasian dapat ditekan dibandingkan ketika fasilitas bebas visa diberikan secara luas.
Saat ini, sebagian besar negara yang masih menikmati fasilitas bebas visa Indonesia berasal dari kawasan Asia Tenggara. Hal ini tidak lepas dari hubungan regional yang sudah terjalin lama melalui kerja sama ASEAN dan prinsip timbal balik antarnegara.
Selain negara-negara ASEAN, beberapa negara dan wilayah lain juga tetap masuk dalam daftar penerima fasilitas tersebut.
Negara yang masih mendapatkan bebas visa kunjungan ke Indonesia antara lain Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam, Timor Leste, Suriname, Kolombia, Hong Kong, Peru, Turkiye, dan Brasil.