nasional

Kita Generasi Sandwich — Mengurus Anak Sekaligus Orang Tua, Ini Cara Bertahan

Kamis, 25 Juni 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi Generasi sandwich menghadapi dua tanggung jawab sekaligus (Desain AI)

Selain itu, jangan mengabaikan perlindungan seperti asuransi kesehatan atau dana darurat yang dapat mengurangi risiko finansial di masa depan.

Baca Juga: Slow Living Bukan Tren Bule — Ini Alasan Gen Z Indonesia Mulai Memilih Hidup Lebih Pelan *Angle: gaya hidup slow living semakin digandrungi generasi m

Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Banyak generasi sandwich merasa bersalah ketika beristirahat.

Padahal, menjaga kesehatan fisik dan mental bukan bentuk egoisme. Bahkan beberapa jam untuk berolahraga, membaca buku, atau sekadar menikmati waktu tenang dapat membantu mengembalikan energi yang terkuras.

Salah satu tekanan terbesar generasi sandwich adalah keinginan untuk menjadi sempurna bagi semua orang.

Kenyataannya, tidak ada manusia yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan keluarga tanpa batas. Ada kalanya kondisi keuangan terbatas, waktu tidak cukup, atau tenaga sudah habis.

Menerima keterbatasan bukan berarti menyerah. Justru dari situlah muncul kemampuan untuk bertahan dalam jangka panjang.

Kita Tidak Sendiri

Jika hari ini Anda merasa lelah menjadi generasi sandwich, ketahuilah bahwa jutaan orang lain sedang menjalani perjuangan yang sama.

Mereka juga sedang belajar menjadi orang tua yang baik sambil tetap menjadi anak yang bertanggung jawab. Mereka juga pernah merasa kewalahan, bingung, bahkan ingin menyerah.

Namun satu hal yang sering terlupakan adalah bahwa bertahan sampai hari ini saja sudah merupakan pencapaian besar. Tidak sempurna tidak apa-apa. Yang penting adalah terus berjalan, selangkah demi selangkah, sambil tetap menjaga diri sendiri di tengah banyaknya orang yang bergantung pada kita.***

Halaman:

Tags

Terkini