Akibatnya, banyak yang kesulitan membangun dana darurat atau menyiapkan tabungan pensiun bagi diri sendiri.
Baca Juga: Kenapa Anak-anak Nggak Perlu Tinggal di Kota Besar untuk Sukses — Tren 2026 Membuktikan
Kelelahan Mental yang Jarang Dibicarakan
Bukan hanya uang yang terkuras, energi emosional juga ikut tergerus.
Banyak generasi sandwich merasa bersalah ketika tidak bisa memberikan yang terbaik kepada anak maupun orang tua. Ketika fokus pada keluarga kecil, muncul rasa khawatir terhadap kondisi orang tua. Sebaliknya, saat membantu orang tua, ada perasaan waktu bersama anak menjadi berkurang.
Perasaan seperti ini sering menumpuk tanpa disadari dan berisiko memicu stres berkepanjangan.
Baca Juga: D3 Semua Jurusan Bisa Masuk Garuda Group? Ini Lowongan yang Diam-Diam Banyak Diburu
Cara Bertahan Sebagai Generasi Sandwich
Berhenti Menjadi Pahlawan yang Menanggung Semua Sendiri
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah merasa harus menyelesaikan semua masalah seorang diri.
Padahal, tanggung jawab keluarga idealnya dibicarakan bersama saudara kandung atau anggota keluarga lainnya. Membagi tugas bukan berarti menghindari tanggung jawab, melainkan menciptakan sistem dukungan yang lebih sehat.
Mulai Membuat Prioritas Keuangan yang Realistis
Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi sekaligus.
Pisahkan kebutuhan yang benar-benar mendesak dengan yang bisa ditunda. Jika memungkinkan, buat anggaran khusus untuk orang tua dan keluarga inti agar kondisi keuangan lebih terkontrol.