Banyak buku self-help keuangan menganggap utang sebagai musuh utama kebebasan finansial.
Faktanya, tidak semua utang buruk.
Di Indonesia, kredit usaha rakyat (KUR), cicilan kendaraan untuk usaha, atau KPR sering menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
Yang berbahaya bukan utangnya, melainkan utang konsumtif tanpa perencanaan.
Menyamakan semua jenis utang sebagai hal negatif bisa membuat seseorang kehilangan peluang ekonomi yang justru menguntungkan.
3. Dana Darurat 6 Bulan Belum Tentu Cukup
Nasihat klasik yang hampir selalu muncul adalah menyiapkan dana darurat sebesar tiga hingga enam bulan pengeluaran.
Masalahnya, struktur ekonomi Indonesia berbeda dengan negara maju yang memiliki jaring pengaman sosial lebih kuat.
Banyak pekerja informal, freelancer, hingga pelaku UMKM menghadapi pendapatan yang tidak stabil.
Baca Juga: “Takut atau Tak Mampu?” Mahfud MD Bongkar Alasan Reformasi Polri Tak Kunjung Bergerak
Dalam kondisi seperti ini, sebagian perencana keuangan bahkan menyarankan dana darurat hingga 9–12 bulan kebutuhan hidup.
Apalagi setelah pandemi, banyak orang menyadari bahwa krisis bisa berlangsung jauh lebih lama dari yang diperkirakan.
4. "Ikuti Passion, Uang Akan Mengikuti" Bisa Menyesatkan