nasional

Pertamax Naik, Langsung Pindah ke Pertalite? Jangan Sampai Hemat Hari Ini, Mesin Menyesal Besok

Rabu, 10 Juni 2026 | 19:14 WIB
Ilustrasi Harga Pertamax naik memicu banyak pengendara melirik Pertalite (Pinterest @ghiina)

Gelombang tekanan yang muncul di dalam ruang bakar saling bertabrakan dan menghasilkan suara ketukan halus yang sering terdengar sebagai gejala ngelitik.

Banyak pengendara menganggap suara tersebut sebagai masalah kecil. Padahal, jika terjadi terus-menerus, efeknya dapat merembet ke berbagai komponen mesin.

Baca Juga: Telur Dadar Campur Tepung: Mitos atau Fakta? Apakah Gizinya Berkurang?

Salah satu bagian yang paling rentan mengalami dampak adalah piston.

Komponen ini umumnya dibuat dari material aluminium yang memiliki batas ketahanan panas tertentu.

Ketika suhu di dalam ruang bakar meningkat secara tidak merata akibat detonasi, piston dapat menerima tekanan berlebih dalam waktu lama.

Kerusakan memang tidak terjadi dalam semalam. Namun akumulasi panas dan tekanan yang terus berulang dapat mempercepat keausan komponen mesin, bahkan berpotensi menurunkan umur pakai kendaraan.

Baca Juga: BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan Hingga Awal 2027, Musim Kemarau Indonesia Lebih Kering

Untungnya, sebagian besar mobil modern saat ini telah dilengkapi teknologi knock sensor. Sistem elektronik ini mampu mendeteksi gejala detonasi dan secara otomatis mengatur ulang waktu pengapian agar pembakaran tetap terkendali.

Meski begitu, keberadaan teknologi tersebut bukan berarti kendaraan menjadi kebal terhadap penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi.

Baca Juga: Link Download FolaPlay untuk Nonton Live Streaming Piala Dunia 2026 dengan Mudah dan Praktis

Knock sensor hanya berfungsi sebagai pengaman untuk meminimalkan risiko kerusakan, bukan menghilangkan dampaknya secara keseluruhan.

Selain itu, ketika sistem melakukan penyesuaian pengapian, performa kendaraan biasanya ikut berubah. Respons akselerasi dapat terasa lebih lambat, tenaga mesin berkurang, dan efisiensi pembakaran menjadi kurang optimal dibanding saat menggunakan bahan bakar yang direkomendasikan.

Karena itu, para ahli menyarankan pemilik kendaraan tetap mengikuti spesifikasi bahan bakar yang ditetapkan pabrikan. Jika buku manual kendaraan merekomendasikan penggunaan RON 92 atau lebih tinggi, maka pilihan tersebut tetap menjadi yang paling ideal.

Pada akhirnya, menghemat biaya bahan bakar memang penting. Namun penghematan yang dilakukan sebaiknya tidak mengorbankan kesehatan mesin.

Halaman:

Tags

Terkini