nasional

Chatib Basri Ungkap Penyebab Rupiah Terus Melemah, Soroti Menurunnya Kepercayaan Investor terhadap Fiskal RI

Rabu, 10 Juni 2026 | 09:29 WIB
Menyoroti penuturan eks Menkeu periode 2013-2014, Chatib Basri terkait pelemahan nilai tukar rupiah bagi Indonesia. (Instagram.com/@chatibbasri)

Fakta tersebut, kata Chatib, menunjukkan bahwa pelemahan rupiah tidak sepenuhnya disebabkan oleh gejolak geopolitik global.

Ia menilai investor lebih banyak mencermati kredibilitas fiskal dalam negeri dibandingkan faktor eksternal semata.

Bahkan, sejumlah negara lain yang juga terdampak ketidakpastian global tidak mengalami pelemahan mata uang sedalam yang terjadi pada rupiah.

Baca Juga: Ribuan Motor Listrik SPPG Senilai Rp1 Triliun Jadi Sorotan Usai Kasus Korupsi BGN, Masih Tersimpan di Gudang Bogor

Chatib Basri: Kondisi Saat Ini Berbeda dengan Krisis 1998

Meski rupiah mengalami tekanan, Chatib Basri menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini tidak bisa disamakan dengan krisis moneter 1998.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan paling mendasar terletak pada sistem nilai tukar yang kini menganut mekanisme fleksibel atau flexible exchange rate.

Dengan sistem tersebut, nilai tukar dapat menyesuaikan kondisi pasar sehingga risiko tekanan yang lebih besar dapat diminimalkan.

Terkait dampaknya terhadap inflasi, Chatib mengutip estimasi Bank Indonesia yang menunjukkan bahwa setiap pelemahan Rp1 terhadap dolar AS hanya memberikan tambahan inflasi sekitar 0,13 persen.

Dengan depresiasi rupiah yang berada di kisaran 8 persen, dampak terhadap inflasi nasional diperkirakan masih berada di bawah satu persen.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkit Dugaan Pengadaan IT Rp1,2 Triliun BGN, Soroti Keluhan Publik Sebelum Dadan Hindayana Cs Ditangkap

Meski demikian, kenaikan harga diperkirakan lebih terasa pada komoditas yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap bahan baku impor, seperti industri plastik dan besi.

Secara keseluruhan, Chatib menilai pelemahan rupiah saat ini belum mengarah pada ancaman resesi. Ia bahkan menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,5 hingga 5 persen masih tergolong kuat dibandingkan banyak negara lain di dunia.***

Halaman:

Tags

Terkini