Menurutnya, berakhirnya fase puncak ibadah justru menjadi awal dari tahapan penting lainnya yang membutuhkan pengawasan dan pelayanan maksimal.
Evaluasi Haji 2026 Mulai Disusun
Selain mengawal pemulangan jamaah, Kemenhaj juga mulai menghimpun berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirul Hajj sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan haji tahun berikutnya.
Salah satu fokus utama evaluasi adalah peningkatan layanan di Mina yang selama ini menjadi salah satu titik paling padat dan kompleks saat puncak ibadah haji berlangsung.
Tak hanya itu, evaluasi juga mencakup aspek transportasi, terutama ketepatan waktu layanan pada fase sebelum dan sesudah Armuzna.
Kemenhaj juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas akomodasi agar lebih banyak jamaah dapat menempati hotel yang lokasinya lebih dekat dengan Masjidil Haram.
Sementara pada sektor konsumsi, pemerintah berupaya menyempurnakan sistem pelayanan makanan yang lebih adaptif terhadap kondisi dan kebutuhan jamaah selama berada di Arab Saudi.
Peningkatan Kompetensi Petugas Jadi Prioritas
Tim Amirul Hajj turut menekankan perlunya standarisasi kualitas layanan petugas haji, baik yang bertugas di kloter maupun nonkloter.
Hasil evaluasi menunjukkan petugas yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan secara menyeluruh mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif kepada jamaah.
Karena itu, peningkatan kompetensi serta standarisasi pelatihan petugas akan menjadi salah satu agenda penting dalam pembenahan penyelenggaraan haji di masa mendatang.
Penguatan Aspek Kesehatan dan Fasilitas Jamaah
Pada bidang kesehatan, evaluasi difokuskan pada penguatan aspek istithaah kesehatan jamaah, sistem penanganan jamaah yang sakit, serta penambahan tenaga medis.
Kemenhaj ingin memastikan setiap calon jamaah yang berangkat benar-benar memenuhi syarat kesehatan sehingga mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara optimal.