Jika kamu sering keluar malam, pemandangan patroli gabungan ini sebenarnya sudah jamak terlihat.
Pasukan berseragam loreng bergerak selaras bersama anggota Polri dan Satpol PP, menyisir wilayah-wilayah rawan di Jakarta dan daerah sekitarnya.
Menghadirkan Negara di Titik Rawan
Dilema kriminalitas jalanan memang tidak bisa diselesaikan dengan cara yang biasa-biasa saja.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menambahkan bahwa dalam konteks OMSP, negara perlu hadir secara nyata ketika situasi ketertiban masyarakat mulai membutuhkan penguatan.
Kehadiran fisik personel TNI di titik-titik rawan diharapkan mampu memberikan efek jera secara psikologis (deterrent effect) bagi para pelaku kriminal sekaligus mempersempit ruang gerak mereka.
Baca Juga: Makanan Sehat Bukan Lagi Gaya-gayaan — Ini Data Perubahan Pola Konsumsi Warga Indonesia 2026
Rencana strategis dari Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengenai pembentukan Batalyon Teritorial juga diproyeksikan menjadi angin segar untuk menekan angka kriminalitas secara jangka panjang.
Sinergi ini membuktikan bahwa ketika ketenteraman publik terancam, ego sektoral antar-lembaga harus dikesampingkan demi satu tujuan: memastikan setiap warga negara bisa pulang ke rumah dengan selamat tanpa dihantui rasa takut.***