Mungkin karena itulah suasana Iduladha selalu terasa hangat.
Ada kebersamaan yang tumbuh dari aktivitas sederhana seperti memasak gulai bersama, membakar sate di halaman rumah, atau mengantarkan daging ke tetangga sambil bercengkerama.
Kurban bukan hanya soal menyembelih hewan, melainkan juga menyembelih ego dan menumbuhkan rasa peduli terhadap orang lain.
Ketika daging dibagikan dengan tulus, kebahagiaan yang muncul sering kali terasa jauh lebih besar daripada nilai materi yang diberikan.
Jadi kalau masih bertanya apakah pequrban boleh makan daging kurbannya sendiri, jawabannya adalah boleh, khususnya untuk kurban sunnah. Bahkan itu menjadi bagian dari rasa syukur yang diajarkan dalam Islam.
Selama semangat berbagi tetap menjadi prioritas, menikmati sebagian daging kurban bersama keluarga justru bisa menjadi momen hangat yang mempererat hubungan dan menghadirkan makna Iduladha yang sesungguhnya.***