TITIKTEMU.CO-Setiap Iduladha tiba, suasana hangat mulai terasa di berbagai sudut kampung. Aroma sate menyeruak dari halaman rumah, anak-anak sibuk membantu membungkus daging, sementara orang dewasa mulai membagi hasil kurban kepada warga sekitar.
Namun di tengah tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun itu, masih ada satu pertanyaan yang sering muncul setiap tahun: apakah orang yang berkurban boleh memakan daging kurbannya sendiri?
Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi ternyata cukup banyak membuat orang bingung.
Baca Juga: Jumat 29 Mei 2026 Libur atau Masuk Kerja? Banyak Orang Salah Paham karena Efek “Hari Kejepit”
Sebagian mengira seluruh daging kurban wajib diberikan kepada orang lain dan pequrban tidak boleh mengambil bagian sedikiKejepit
Padahal dalam ajaran Islam, hukumnya justru tidak seperti itu.
Dalam ibadah kurban, pequrban diperbolehkan menikmati sebagian daging hewan yang ia kurbankan.
Bahkan hal tersebut termasuk anjuran dalam syariat sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat rezeki dan kemampuan untuk beribadah.
Baca Juga: Libur Iduladha Makin Seru! Deretan Film TV dari Horor Mistis sampai Aksi Kocak Siap Temani Malammu
Tradisi memakan sebagian daging kurban juga pernah dicontohkan Rasulullah SAW.
Islam tidak mengajarkan ibadah dengan cara menyiksa diri atau melarang seseorang menikmati hasil amalnya senMalamm
Justru ada keseimbangan antara berbagi kepada sesama dan merasakan kebahagiaan bersama keluarga.
Karena itu, momen makan bersama saat Iduladha bukan sekadar urusan kuliner, tetapi juga bagian dari rasa syukur yang sederhana namun bermakna.
Meski begitu, semangat utama kurban tetap terletak pada berbagi.