TITIKTEMU.CO-Media sosial kembali membuktikan kekuatannya dalam membentuk percakapan publik. Kali ini, giliran jingle unik bertajuk “Mas Bahlil Ganteng” yang ramai berseliweran di TikTok, Instagram, hingga YouTube.
Lagu bernuansa jenaka itu bukan hanya sukses membuat netizen tertawa, tetapi juga memunculkan pertanyaan menarik: apakah viralitas ini diam-diam menguntungkan Partai Golkar dan sosok Bahlil Lahadalia?
Lagu yang dikenal dengan potongan lirik “MBG, Mas Bahlil ganteng, buah apa yang paling manis?Buahlil…” itu mendadak menjadi hiburan baru di timeline media sosial.
Baca Juga: Journaling 10 Menit untuk Ibu: Cara Sederhana Menenangkan Pikiran Saat Mengasuh Anak
Dengan irama ringan dan lirik yang mudah diingat, jingle tersebut cepat menyebar dan dipakai banyak kreator konten.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya internet sekarang bekerja. Politik tidak lagi selalu tampil dalam bentuk pidato serius atau baliho formal.
Di era digital, citra politik justru bisa terbentuk lewat meme, lagu receh, hingga candaan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Bandara Husein dan Adi Sutjipto Mau Aktif Lagi, Sinyal Baru Kebangkitan Penerbangan Daerah
Akun TikTok yang pertama kali mengunggah lagu tersebut dikenal sering membuat konten musik berbasis artificial intelligence (AI) dengan nuansa humor. Tak butuh waktu lama, video itu langsung meledak dan dipakai ulang oleh ribuan pengguna media sosial lainnya.
Menariknya, reaksi dari Partai Golkar justru cenderung santai. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, menilai viralnya lagu itu sebagai bagian dari kreativitas netizen.
Menurutnya, jingle tersebut dapat dibaca sebagai bentuk apresiasi publik terhadap kerja keras Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Golkar.
Baca Juga: Beasiswa Kuliah Gratis Telkom University Surabaya 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya!
Golkar juga tidak mempermasalahkan jika ada akun yang berafiliasi dengan partai ikut meramaikan tren tersebut.
Sikap ini dinilai sebagai langkah cerdas karena partai terlihat lebih cair dan tidak alergi terhadap humor internet.