TITIKTEMU.CO-Momen yang paling dinantikan oleh jutaan umat muslim dari seluruh penjuru dunia akhirnya tiba.
Ruang-ruang hotel di kota suci Makkah secara bertahap mulai lengang seiring dengan diberangkatkannya jemaah haji Indonesia menuju Padang Arafah.
Pergerakan massal yang berlangsung sejak pagi hari ini bertepatan dengan tanggal delapan Dzulhijjah seribu empat ratus empat puluh tujuh Hijriyah, menandai dimulainya fase krusial dalam ibadah haji, yaitu rangkaian Armuzna yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca Juga: 202.551 Jemaah Haji Indonesia Sudah di Arab Saudi — Kini Saatnya Fokus ke Puncak Haji!
Keberangkatan para tamu Allah ini diatur dengan sangat matang dan penuh kehati-hatian.
Pihak Kementerian Haji dan Umrah menetapkan sistem pemberangkatan bergelombang yang dibagi ke dalam tiga waktu utama, yakni pada pukul tujuh pagi, setengah dua belas siang, dan sore hari pukul setengah lima waktu Arab Saudi.
Kedisiplinan jemaah dalam mengikuti rombongan sangat ditekankan agar tidak terjadi penumpukan atau jemaah yang tersesat di tengah kepadatan jalur transportasi menuju maktab.
Baca Juga: Revolusi Ibadah Haji 2026: Koper Dikirim Duluan, Jemaah Langsung Bisa Menuju Hotel!
Memasuki fase puncak ini, para jemaah tidak hanya diuji secara spiritual, tetapi juga ketahanan fisiknya.
Beribadah di bawah cuaca panas ekstrem khas tanah suci menuntut perhatian ekstra terhadap kesehatan.
Jemaah diimbau untuk selalu menggunakan alat pelindung diri sederhana seperti payung dan masker, memakai alas kaki yang nyaman, serta yang paling utama adalah menjaga asupan cairan tubuh dengan rajin minum air tanpa menunggu rasa haus datang.
Baca Juga: Raih Pahala Haji Tanpa Ke Mekkah: Amalan Zulhijah Ini Bisa Kamu Lakukan dari Rumah!
Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit bawaan, membawa obat-obatan pribadi di dalam tas kecil adalah hal wajib yang tidak boleh terlupa.
Selain perlindungan fisik, kesucian ibadah juga harus dijaga dengan ketat sejak mengenakan pakaian ihram.