TITIKTEMU.CO-Misteri di balik mati lampu massal atau blackout yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera pada Jumat malam akhirnya mulai menemui titik terang.
Setelah sempat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, Bareskrim Polri bersama tim ahli bergerak cepat turun ke lapangan untuk mengusut tuntas penyebab runtuhnya sistem kelistrikan tersebut.
Hasil investigasi awal memastikan bahwa insiden ini murni disebabkan oleh faktor alam dan teknis, sekaligus menepis isu miring mengenai adanya unsur kesengajaan.
Baca Juga: PLN Butuh Hingga 15 Jam Pulihkan Blackout Sumatera — Ini Alasan PLTU Paling Lama Nyala
Wakil Kepala Bareskrim Polri, Irjen Nunung Syaifuddin, menjelaskan bahwa dugaan kuat mengarah pada kombinasi antara gesekan mekanis, hantaman angin kencang, serta cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jambi.
Kerusakan terjadi pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo menuju Sungai Rumpeh, tepatnya di area tower 175 dan 176 yang berlokasi di Desa Temino, Kabupaten Muaro Jambi.
Saat petaka itu terjadi, wilayah tersebut memang sedang diguyur cuaca buruk.
Baca Juga: PLN Bongkar Penyebab Blackout Sumatera: Bukan Bencana, Tapi Efek Domino yang Tak Terduga
Secara teknis, tim penyidik menemukan adanya rongga udara yang dipicu oleh sambungan longgar pada kabel.
Kondisi ini membuat kabel mengalami panas berlebih.
Ditambah dengan goyangan hebat akibat angin kencang, kabel raksasa tersebut akhirnya putus secara mendadak.
Putusnya jalur utama ini seketika membuat sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera limbung.
Baca Juga: Resmi Jadi BUMN! PT Danantara Sumberdaya Indonesia Siap Sikat Mafia Ekspor Komoditas
Ketidakstabilan frekuensi yang terjadi secara tiba-tiba memaksa pembangkit-pembangkit listrik lain mati otomatis secara berantai guna menghindari kerusakan yang lebih parah.