Dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah — tepat saat jutaan jamaah haji sedang wukuf di Padang Arafah — puasa ini disebut dalam hadis sebagai penghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Dua tahun sekaligus, hanya dengan satu hari berpuasa. Nilai tukarnya luar biasa, bukan?
Baca Juga: Raih Pahala Haji Tanpa Ke Mekkah: Amalan Zulhijah Ini Bisa Kamu Lakukan dari Rumah!
Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala."
Tips Biar Niat Tidak Terlewat
Niat puasa sunnah boleh diucapkan dalam hati maupun lisan, dan bisa dilakukan sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar — selama kamu belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Biar tidak lupa, coba simpan screenshot artikel ini sekarang. Atau ketik ulang niatnya di notes HP-mu malam ini.
Langkah kecil yang bisa jadi pembuka amal besar di hari-hari terbaik dalam setahun.
Jangan Sampai Menyesal Melewatkannya
Para ulama menyebut 10 hari pertama Dzulhijjah sebagai hari-hari paling mulia dalam kalender Islam — bahkan melebihi hari-hari Ramadan dalam beberapa riwayat.
Puasa Tarwiyah dan Arafah adalah dua dari sedikit amalan yang bisa dikerjakan siapa saja, di mana saja, tanpa perlu berangkat ke Tanah Suci.