Karena itu, beberapa pakar kesehatan mental mulai menekankan pentingnya membangun kembali koneksi sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini bisa dimulai dari hal-hal sederhana.
Bergabung dengan komunitas yang memiliki minat yang sama, meluangkan waktu untuk bertemu teman, atau sekadar berbicara lebih lama dengan orang terdekat.
Interaksi kecil seperti ini sering kali memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.
Di era teknologi yang semakin canggih, tantangan sebenarnya bukan lagi sekadar bagaimana membuat hidup menjadi lebih digital.
Tetapi bagaimana tetap menjaga hubungan manusia tetap nyata di tengah dunia yang semakin virtual.
Karena pada akhirnya, kesehatan mental tidak hanya bergantung pada apa yang terjadi di dalam pikiran kita.
Tetapi juga pada seberapa kuat kita merasa terhubung dengan orang lain di sekitar kita.***