nasional

Ironi Era Digital: Aplikasi Wellness Semakin Banyak, Tapi Rasa Sepi Justru Meningkat

Rabu, 29 April 2026 | 19:46 WIB
Ilustrasi Kesepian jadi krisis baru generasi muda (Desain AI )

Semua dirancang untuk membantu seseorang merasa lebih baik.
Namun banyak pakar mulai mempertanyakan apakah pendekatan ini benar-benar cukup.

Karena pada dasarnya, kesepian bukan hanya soal emosi yang tidak stabil atau pikiran yang lelah.

Kesepian sering kali berasal dari kebutuhan manusia yang sangat mendasar: kebutuhan untuk merasa terhubung dengan orang lain.

Hubungan sosial yang nyata memiliki dampak yang sangat besar bagi kesehatan mental.

Baca Juga: Tragedi Kos Benhil: Lantai 4 Dikelilingi Kerangkeng, Kisah Dua ART yang Nekat Melompat

Berbicara langsung dengan teman, tertawa bersama keluarga, atau sekadar menghabiskan waktu dengan komunitas sering kali memberikan efek yang tidak bisa digantikan oleh layar ponsel.

Kontak manusia yang nyata membantu otak melepaskan hormon yang berkaitan dengan rasa bahagia dan rasa aman.

Hal inilah yang sering kali tidak bisa diberikan oleh teknologi.

Bukan berarti aplikasi wellness tidak berguna.

Banyak orang terbantu oleh fitur meditasi, terapi digital, atau panduan kesehatan mental yang tersedia di berbagai platform.

Namun aplikasi tersebut seharusnya menjadi alat pendukung, bukan pengganti hubungan sosial yang nyata.

Masalahnya, gaya hidup modern sering membuat hubungan sosial menjadi semakin terbatas.

Banyak orang bekerja dari rumah, berpindah kota, atau memiliki jadwal yang padat sehingga waktu untuk bersosialisasi semakin berkurang.

Akibatnya, interaksi digital perlahan menggantikan interaksi langsung.

Padahal manusia secara alami adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain.

Halaman:

Tags

Terkini