nasional

Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur Tewaskan 14 Orang, DPR Desak Penutupan Pelintasan Sebidang

Selasa, 28 April 2026 | 19:33 WIB
Ilustrasi Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur tewaskan 14 orang (X @TMC_polda_metro_jaya)

Peristiwa ini memperlihatkan betapa kompleksnya sistem transportasi kereta api di kawasan padat seperti Jabodetabek.

Di satu sisi, kereta menjadi moda transportasi yang efisien dan mampu mengangkut ribuan penumpang setiap hari.

Namun di sisi lain, keberadaan pelintasan sebidang membuat sistem tersebut tetap memiliki titik lemah yang berisiko tinggi.

Lasarus juga mengingatkan bahwa pelintasan sebidang bukan hanya masalah teknis, tetapi juga soal kedisiplinan dan tata kelola.

Tanpa pengawasan yang baik, masyarakat bisa saja membuka akses baru secara informal di sekitar rel, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan.

Baca Juga: Reshuffle Kabinet Prabowo 2026: Enam Tokoh Baru Dilantik di Istana, Ini Daftar dan Perannya

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk mempercepat program penutupan atau penggantian pelintasan sebidang dengan infrastruktur yang lebih aman, seperti flyover atau underpass.

Meski membutuhkan biaya besar, langkah tersebut dinilai lebih baik dibanding terus menghadapi risiko kecelakaan berulang.

Di tengah duka yang menyelimuti tragedi Bekasi Timur, harapan muncul agar insiden ini tidak berhenti sebagai berita sesaat.

Banyak pihak berharap kejadian ini menjadi titik balik dalam memperbaiki sistem keselamatan kereta api di Indonesia.

Sebab pada akhirnya, jalur rel bukan sekadar lintasan transportasi.

Ia adalah ruang yang harus dijaga sepenuhnya dari gangguan—agar perjalanan ribuan penumpang setiap hari benar-benar aman sampai tujuan.***

Halaman:

Tags

Terkini