Semua fasilitas tersebut disiapkan agar para jemaah, terutama lansia dan penyandang disabilitas, dapat menjalani proses kedatangan dengan lebih tenang dan tanpa kelelahan berlebihan.
Petugas Diminta Sigap dan Penuh Empati
Selain fasilitas fisik, pendekatan pelayanan juga menjadi perhatian utama.
Petugas haji yang bertugas di bandara diminta untuk bekerja cepat sekaligus menunjukkan empati terhadap kondisi para jemaah.
Tidak semua jemaah memiliki kondisi fisik yang sama.
Sebagian masih mampu berjalan dengan baik, sementara yang lain memerlukan bantuan pendampingan atau kursi roda.
Karena itu, petugas ditempatkan di berbagai titik strategis mulai dari jalur kedatangan, antrean pemeriksaan dokumen, area pengambilan bagasi, hingga jalur menuju bus yang akan mengantarkan jemaah ke penginapan.
Pendekatan ini diharapkan dapat membuat proses kedatangan berjalan lebih tertib sekaligus meminimalkan potensi kelelahan bagi jemaah yang baru saja menempuh perjalanan jauh.
Evaluasi Layanan Dilakukan Setiap Hari
Arus kedatangan jemaah haji Indonesia masih akan terus berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
Karena itu, tim petugas di bandara melakukan evaluasi layanan setiap hari untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Koordinasi dengan berbagai pihak di bandara juga terus diperkuat agar setiap kloter yang datang dapat ditangani dengan cepat dan tertata.
Tujuan utamanya adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jemaah sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di Tanah Suci.