nasional

Bank Dunia Minta Maaf, S&P Pertahankan Rating: Purbaya Ungkap Kekuatan Ekonomi Indonesia 2026

Senin, 20 April 2026 | 20:40 WIB
Ilustrasi Purbaya pulang dari AS bawa sinyal positif (Instagram @menkeuri)

TITIKTEMU.CO - Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, Indonesia justru mendapat angin segar dari panggung internasionalnya.

Setelah rangkaian lawatan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Washington D.C., sejumlah lembaga keuangan dunia mulai menunjukkan nada yang lebih positif terhadap prospek ekonomi nasional.

Dalam pertemuan dengan Bank Dunia, IMF, dan S&P Global Ratings, pemerintah menangkap sinyal bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih dipandang cukup tangguh untuk menghadapi tekanan eksternal. 

Sorotan paling menarik datang dari Bank Dunia. Sebelumnya, lembaga ini memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026, turun dari proyeksi 4,8 persen yang mereka keluarkan sebelumnya.

Baca Juga: Perfect Crown Meledak! 5 Drama Korea Pernikahan Kontrak Ini Tak Kalah Bikin Nagih

Revisi itu menjadi bagian dari penurunan outlook kawasan Asia Timur dan Pasifik yang ikut tertekan oleh lonjakan harga energi, ketidakpastian global, dan dampak konflik geopolitik.

Namun, menurut penuturan Purbaya, pihak yang menyusun proyeksi tersebut bahkan menyampaikan permintaan maaf secara langsung karena dinilai terlalu cepat menurunkan perkiraan Indonesia. 

Purbaya sendiri memilih tidak bereaksi berlebihan. Ia tidak meminta revisi terburu-buru, tetapi menegaskan keyakinannya bahwa performa ekonomi Indonesia akan berbicara sendiri.

Menurutnya, kekuatan ekonomi domestik masih cukup solid, terutama karena konsumsi dalam negeri, penerimaan negara, dan bantalan fiskal dinilai masih sanggup menahan tekanan dari luar.

Pandangan ini juga sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan 2026 berada di kisaran 4,9–5,7 persen, ditopang permintaan domestik dan stimulus yang lebih terarah. 

Baca Juga: Lowongan Management Trainee April 2026 Dibuka! Paragon, Astra Isuzu, dan K24 Cari Talenta Muda

Sinyal positif lain datang dari S&P Global Ratings. Lembaga pemeringkat ini mengonfirmasi bahwa rating kredit Indonesia tetap berada di level BBB/A-2 dengan outlook stabil.

Penilaian ini penting karena menunjukkan bahwa pasar global masih melihat kemampuan Indonesia dalam memenuhi kewajiban keuangannya sebagai tetap terjaga.

Meski begitu, S&P tidak menutup mata terhadap risiko yang ada.

Halaman:

Tags

Terkini