KontraS menegaskan pengungkapan kasus ini tidak hanya penting bagi keadilan korban, tapi juga untuk menghentikan pola intimidasi terhadap aktivis dan pembela HAM di Indonesia.
Jika tidak ditangani secara transparan dan menyeluruh, kasus ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi perlindungan hak asasi manusia ke depan.
Dengan desakan pembentukan TGPF, publik kini menunggu langkah tegas pemerintah dalam memastikan proses hukum berjalan adil, transparan, dan bebas dari intervensi.***