Hal ini menunjukkan bahwa kawasan IKN mulai dilibatkan dalam agenda penting nasional, termasuk dalam penentuan hari besar keagamaan.
Selain itu, sejumlah lokasi ikonik juga kembali digunakan, seperti Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, berbagai pantai di Pulau Jawa, hingga observatorium di beberapa daerah.
Baca Juga: Doa Puasa Hari ke 28 Ramadhan 2026: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya
Contoh Lokasi Pemantauan Hilal di Indonesia
Berikut beberapa titik pemantauan hilal yang tersebar di berbagai wilayah:
Wilayah Barat:
- Aceh (Sabang, Lhokseumawe, Aceh Barat)
- Sumatera Barat (Bukittinggi, Solok, Padang)
- Riau dan Kepulauan Riau
- Sumatera Selatan dan Lampung
Wilayah Jawa:
- Jakarta (Monas, Masjid Raya Hasyim Asy’ari)
- Jawa Barat (Bandung, Pangandaran, Sukabumi)
- Jawa Tengah (Semarang, Jepara, Tegal)
- Jawa Timur (Blitar, Banyuwangi, Gresik)
- Banten (Pantai Anyer)
- DI Yogyakarta
Wilayah Tengah & Timur
- Kalimantan (Pontianak, Palangkaraya, IKN)
- Sulawesi (Makassar, Manado, Kendari)
- Nusa Tenggara (NTB dan NTT)
- Maluku dan Maluku Utara
- Papua dan Papua Barat
Total seluruh titik ini mencapai 117 lokasi yang akan menjadi acuan nasional.
Peran IKN dalam Pemantauan Hilal
Masuknya Ibu Kota Nusantara sebagai salah satu titik pemantauan hilal menjadi simbol penting perkembangan wilayah tersebut.
Rusun ASN Tower D di IKN dipilih sebagai lokasi strategis untuk melakukan pengamatan, sekaligus menunjukkan bahwa IKN mulai aktif dalam berbagai kegiatan nasional.
Langkah ini juga menandai pemerataan fasilitas dan peran daerah dalam proses keagamaan yang sebelumnya lebih terpusat di kota-kota besar.
Penentuan Lebaran Menunggu Sidang Isbat
Meski pemantauan dilakukan di banyak titik, keputusan akhir tetap berada pada sidang isbat yang digelar Kementerian Agama.