Viral Rekrutmen SPPI 30.000 Orang, Hoaks atau Peluang? Ini Klarifikasi Resmi Kemhan

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB
Foto ilustrasi Viral rekrutmen SPPI Kopdes 30.000 orang ternyata hoaks (Desain AI )
Foto ilustrasi Viral rekrutmen SPPI Kopdes 30.000 orang ternyata hoaks (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Informasi lowongan kerja sering kali menjadi kabar yang paling cepat menyebar di media sosial, apalagi jika menawarkan gaji menarik dan peluang besar.

Namun, di tengah derasnya arus informasi, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilah mana yang benar dan mana yang menyesatkan.

Belakangan ini, beredar unggahan di media sosial yang mengklaim adanya rekrutmen besar-besaran Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes).

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa akan dibuka lowongan untuk 30.000 posisi yang ditujukan bagi puluhan ribu koperasi desa di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Anti Basi! Ide Ucapan Hampers Lebaran Kekinian yang Bikin Hati Hangat dan Berkesan

Tak hanya itu, informasi tersebut juga dilengkapi dengan detail seperti persyaratan, keuntungan, hingga jadwal seleksi yang dikabarkan dimulai pada Juni 2026. Hal ini tentu menarik perhatian banyak pencari kerja yang berharap mendapatkan peluang karier baru.

Namun, penting untuk diketahui bahwa informasi tersebut ternyata tidak berasal dari sumber resmi pemerintah. Unggahan tersebut beredar melalui akun media sosial yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan instansi terkait.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan) pun angkat bicara untuk meluruskan informasi yang sudah terlanjur viral tersebut.

Baca Juga: Berbagi Keberkahan, ANTAM Laksanakan Safari Ramadan 1447H di Wilayah Operasi

Melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, ditegaskan bahwa kabar rekrutmen SPPI yang beredar saat ini adalah tidak benar.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak berasal dari kanal resmi pemerintah.

Dalam era digital seperti sekarang, hoaks dapat dengan mudah menyebar dan berpotensi merugikan banyak pihak.

Rico juga menegaskan bahwa informasi resmi hanya akan disampaikan melalui akun resmi Kementerian Pertahanan maupun Kementerian Koperasi.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: siaran pers kemhan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X