TITIKTEMU.CO - Pergerakan masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik menjelang Lebaran 2026 sudah terlihat di berbagai jalur utama, namun hingga pertengahan Maret ini kondisi lalu lintas secara umum masih tergolong lancar dan belum menunjukkan tanda-tanda kemacetan besar.
Pihak Kepolisian Republik Indonesia melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) menyampaikan bahwa situasi arus kendaraan dari Jakarta menuju berbagai daerah tujuan mudik masih dalam kondisi terkendali.
Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menjelaskan bahwa hingga Minggu, 15 Maret 2026, lalu lintas kendaraan di jalur tol maupun jalur arteri masih dapat mengalir dengan baik.
Menurutnya, kepadatan yang biasanya menjadi ciri khas musim mudik belum terlihat secara signifikan di sejumlah jalur utama.
Baru 25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Data sementara menunjukkan bahwa jumlah kendaraan yang telah meninggalkan wilayah Jakarta menuju berbagai daerah tujuan mudik masih berada pada tahap awal.
Dari perkiraan total kendaraan yang akan keluar dari ibu kota selama periode mudik, baru sekitar 25 persen yang sudah melakukan perjalanan.
Sebagian besar kendaraan tersebut menuju beberapa wilayah populer seperti jalur Trans Jawa, Bandung, serta Sumatera.
Artinya, arus mudik sebenarnya masih berada dalam fase awal dan diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari ke depan menjelang puncak perjalanan Lebaran.
Baca Juga: Doa Puasa Hari ke 27 Ramadhan: Bacaan, Keutamaan, dan Harapan Meraih Lailatul Qadar
Puncak Mudik Diprediksi Terjadi 18 Maret
Kementerian Perhubungan sebelumnya memprediksi bahwa puncak arus mudik Idul Fitri 2026 kemungkinan akan terjadi secara serentak pada 18 Maret 2026.
Pergerakan masyarakat pada tanggal tersebut diperkirakan meningkat tajam karena banyak pekerja yang mulai mendapatkan libur resmi.
Lonjakan perjalanan tidak hanya terjadi melalui jalur darat, tetapi juga melalui moda transportasi lainnya seperti kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.