nasional

Gubernur Khofifah Kucurkan Bansos Rp5 Miliar di Mojokerto, Percepat Pengentasan Kemiskinan Jatim

Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:12 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Humas Pempprov Jatim.)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka kemiskinan melalui penyaluran bantuan sosial (bansos). Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp5,008 miliar bagi masyarakat di Kabupaten Mojokerto pada hari Jumat.

Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi akselerator dalam mengurangi ketimpangan sosial berbasis data terpadu yang akurat di wilayah tersebut.

Strategi Penanganan Kemiskinan Lintas Sektoral
Dalam keterangannya di Surabaya, Khofifah menegaskan bahwa penyaluran bansos ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan bagian dari pendekatan komprehensif yang melibatkan sektor lintas spasial.

Baca Juga: 7 Keutamaan Sahur dalam Islam: Sumber Keberkahan dan Penguat Ibadah Puasa

"Perlindungan sosial yang adaptif harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat serta penguatan kemandirian desa," ujar Khofifah. Beliau juga menekankan pentingnya prinsip tepat sasaran dan tepat manfaat agar bantuan benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.

Rincian Alokasi Dana Bansos di Mojokerto
Dana sebesar Rp5.008.400.000 tersebut dialokasikan ke berbagai sektor prioritas, di antaranya:

  • PKH Plus: Rp2,766 miliar untuk 1.383 keluarga penerima manfaat (KPM).
  • Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD): Rp349,2 juta bagi 97 jiwa.
  • KIP PPKS Jawara: Rp36 juta untuk penanganan stunting dan kemiskinan bagi 12 penerima.
  • Lanjut Usia (LKS): Rp45,75 juta untuk bantuan permakaman bagi 10 orang.
  • Apresiasi Pilar Sosial: Tali asih sebesar Rp282 juta bagi 137 petugas lapangan (TKSK, Tagana, Pendamping PKH).

Baca Juga: 10 Menu Sahur Sederhana dan Praktis, Cepat Dibuat tapi Tetap Mengenyangkan

Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Pemberdayaan Desa

Tak hanya bantuan langsung tunai, Pemprov Jatim juga menyalurkan Zakat Produktif senilai Rp25 juta kepada 50 pelaku usaha kecil sebagai stimulus modal.

Di sektor kewilayahan, Khofifah mendorong penguatan ekonomi melalui bantuan dana untuk:

  • BUMDesa: Rp200 juta untuk dua desa.
  • Desa Berdaya: Rp200 juta untuk dua desa.
  • Program Jatim Puspa: Rp349,45 juta.

Dukungan finansial tambahan juga mengalir dari berbagai dinas terkait, termasuk Dinas PU Bina Marga (Rp250 juta), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Rp200 juta), serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Rp350 juta).

Baca Juga: Keutamaan Memberi Makan Orang Puasa: Amal Mulia Penuh Pahala di Bulan Ramadan

Gubernur Khofifah menutup dengan harapan agar seluruh bantuan ini menjadi "bantalan sosial" yang kokoh. Tujuannya jelas: pertumbuhan ekonomi Jawa Timur harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan rakyat kecil agar mereka mampu berdiri secara mandiri di masa depan.***

Tags

Terkini