TITIKTEMU.CO – Lubang raksasa yang muncul di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan terus meluas dan menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Setiap terjadi longsoran, area sawah, kebun, hingga akses jalan warga ikut terdampak.
Salah seorang warga, Usman, mengungkapkan kekhawatirannya karena lahan miliknya berada sangat dekat dengan bibir lubang. Ia menyadari bahwa tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya berpotensi hilang sewaktu-waktu.
Kebun Kopi Jadi Sumber Nafkah Keluarga
Dalam video yang beredar di media sosial Facebook melalui akun Amri Gunasti Gayo, Usman menceritakan bahwa kebun kopi tersebut telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarganya selama puluhan tahun.
Baca Juga: 7 Manfaat Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadan, Bukan Sekadar Ajang Silaturahmi
Ia menyebut seluruh kebutuhan keluarga, termasuk pendidikan anak-anak hingga mereka berkeluarga, berasal dari hasil tanah tersebut. Dengan nada haru, Usman mengaku hanya bisa berserah diri jika sewaktu-waktu lahan itu benar-benar runtuh.
Menurutnya, kebun kopi miliknya kini hanya berjarak sekitar dua meter dari tepi lubang besar yang terus mengalami pergerakan tanah. Ia pun memilih ikhlas menerima kondisi yang disebut sebagai bencana tersebut.
Jalan Alternatif Ikut Terdampak
Dampak meluasnya lubang raksasa ini juga dirasakan warga lainnya. Jalan alternatif yang sebelumnya dibuat karena jalan utama sudah tergerus, kini ikut terdampak dan resmi ditutup sejak 20 Februari 2026.
Baca Juga: 9 Manfaat Buka Puasa Bersama Support System Saat Ramadan, Baik untuk Mental dan Motivasi
Akibatnya, masyarakat harus menggunakan jalur lain dengan jarak yang lebih jauh dan memutar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Penjelasan BRIN: Bukan Sinkhole
Menanggapi fenomena tersebut, Pusat Riset Kebencanaan Geologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa peristiwa di Aceh Tengah bukanlah sinkhole.
Menurut BRIN, kejadian tersebut merupakan longsoran tanah akibat lapisan tufa yang tidak padat dan memiliki daya ikat rendah, sehingga mudah terkikis dan runtuh. Struktur tanah yang rapuh membuat area tersebut rentan mengalami pergerakan.