Bagi yang benar-benar terbatas waktunya, dengarkan murattal saat perjalanan lalu lanjutkan membaca bagian yang sama ketika senggang, karena mendengar dan membaca bisa saling menguatkan memori visual dan auditori.
Terakhir, hindari perfeksionisme berlebihan yang justru membuat berhenti di tengah jalan, karena dalam hadis disebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang kontinu walaupun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim), sehingga konsistensi lebih utama daripada target besar yang tidak tercapai.
Mengejar ketertinggalan khatam Al-Qur’an bukan tentang rasa bersalah, melainkan tentang kembali fokus pada tujuan Ramadhan sebagai bulan perbaikan diri, dan selama masih ada sisa hari, selalu ada peluang untuk memperbaiki ritme, memperbarui niat, dan menutup Ramadhan dengan pencapaian yang membanggakan sekaligus menenangkan hati.***