TITIKTEMU.CO - Mengejar target khatam Al-Qur’an di Ramadhan bukan soal ngebut tanpa arah, tapi tentang strategi cerdas, konsisten, dan niat yang diluruskan.
Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 bahwa bulan ini adalah waktu diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.
Sehingga wajar jika banyak Muslim memasang target khatam minimal satu kali selama sebulan penuh sebagai bentuk interaksi intens dengan kitab suci.
Namun realitanya, tidak sedikit yang memasuki pertengahan Ramadhan dengan rasa cemas karena bacaan masih jauh dari target, pekerjaan menumpuk, stamina menurun, atau jadwal ibadah belum stabil, dan di titik inilah strategi lebih penting daripada sekadar semangat.
Pertama, ubah pola pikir dari “harus langsung satu juz sehari” menjadi pembagian yang lebih fleksibel, karena satu juz setara kurang lebih 20 halaman yang bisa dipecah menjadi empat sesi lima halaman setelah Subuh, Dzuhur, Ashar, dan sebelum tidur, sehingga terasa ringan namun tetap progresif.
Kedua, manfaatkan waktu emas yang paling minim distraksi seperti setelah shalat Subuh atau menjelang berbuka, sebab Rasulullah SAW mendoakan keberkahan pada waktu pagi (HR. Tirmidzi), dan membaca Al-Qur’an saat pikiran masih segar membuat kualitas tilawah lebih terjaga.
Ketiga, kombinasikan bacaan cepat untuk mengejar kuantitas dengan momen tadabbur singkat agar hati tetap tersentuh, karena tujuan utama bukan sekadar menamatkan halaman, melainkan membiarkan ayat-ayat itu membentuk sikap dan keputusan hidup.
Jika tertinggal jauh, misalnya baru mencapai lima juz saat Ramadhan sudah berjalan setengah, hitung sisa hari secara realistis lalu bagi jumlah halaman yang tersisa dengan ritme harian yang masuk akal.
Misalnya menambah lima hingga sepuluh halaman ekstra di akhir pekan atau memanfaatkan waktu tarawih untuk menyimak dan membaca ulang.
Strategi lain yang terbukti efektif adalah sistem “teman khatam” atau kelompok kecil tadarus, karena dukungan sosial meningkatkan konsistensi, dan Nabi SAW sendiri setiap Ramadhan bertadarus bersama Jibril (HR. Bukhari), menunjukkan bahwa interaksi bersama dapat memperkuat hafalan dan pemahaman.
Baca Juga: Ramadhan belum Setengah Jalan, Pahala Jangan Ikut Kendor: Ini Cara Ngebut Ibadah di Paruh Waktu
Jangan lupakan kekuatan doa, sebab kemampuan menyelesaikan bacaan juga bagian dari taufik Allah, sehingga memohon kemudahan sebelum mulai membaca adalah bentuk tawakal yang konkret.