TITIKTEMU.CO - Jumat di bulan suci adalah momentum emas untuk melipatgandakan pahala lewat ibadah yang sederhana tapi konsisten.
Hari Jumat sendiri memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, bahkan disebut sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jumat” (HR. Muslim).
Dan ketika hari yang mulia ini bertemu dengan bulan Ramadhan yang juga penuh keberkahan, maka umat Islam mendapatkan momentum spiritual yang sangat kuat untuk memperbanyak amal saleh dengan harapan pahala yang berlipat.
Keutamaan Jumat di bulan suci tidak berarti ada ritual baru yang berbeda dari tuntunan Nabi, tetapi justru menjadi kesempatan untuk memaksimalkan amalan yang memang telah dianjurkan dalam dalil yang sahih.
Seperti memperbanyak shalawat karena Rasulullah bersabda, “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jumat” (HR. Abu Dawud), serta membaca Surah Al-Kahfi yang dalam hadis disebutkan akan memancarkan cahaya di antara dua Jumat (HR. Al-Hakim dan dinilai hasan oleh sebagian ulama).
Selain itu, Jum'at memiliki waktu mustajab untuk berdoa, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa pada hari Jumat terdapat satu waktu di mana doa seorang hamba tidak akan ditolak selama ia memohon kebaikan.
Dan banyak ulama berpendapat waktu tersebut berada di akhir hari setelah Asar hingga menjelang Maghrib, sehingga jika ini dilakukan di bulan Ramadhan, apalagi dalam keadaan berpuasa, maka peluang terkabulnya doa menjadi semakin besar.
Sedekah juga termasuk amalan yang sangat dianjurkan pada hari Jumat, dan kedermawanan di bulan Ramadhan sudah dikenal luas karena Nabi Muhammad SAW digambarkan sebagai sosok yang paling dermawan, terlebih saat Ramadhan (HR. Bukhari)
Sehingga menggabungkan semangat sedekah Ramadhan dengan keutamaan Jumat bisa menjadi strategi ibadah yang cerdas dan berdampak nyata bagi sesama.
Jangan lupakan pula pentingnya menjaga shalat Jumat dengan khusyuk dan datang lebih awal ke masjid, karena dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan bahwa siapa yang mandi pada hari Jumat, lalu berangkat lebih awal ke masjid, mendengarkan khutbah dengan baik, dan tidak melakukan hal sia-sia, maka ia mendapatkan pahala besar dan penghapusan dosa di antara dua Jumat, sebuah janji yang semakin terasa istimewa ketika berada di bulan suci.
Momentum Jumat di bulan Ramadhan juga menjadi waktu refleksi diri untuk memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah sekaligus hubungan horizontal dengan manusia.
Baca Juga: Jangan Tunggu Takbir Bergema: Kapan Waktu Terbaik Siapkan Zakat Fitrah? Ini Panduan Lengkapnya
Sebab esensi ibadah bukan hanya ritual, tetapi juga perubahan sikap dan akhlak yang lebih lembut, sabar, serta peduli terhadap sekitar.