Umam sendiri menyatakan belum mengetahui siapa pengirim ancaman tersebut.
Namun ia memilih untuk membagikan situasi yang dialaminya kepada publik.
“Setidaknya kalau nanti saya kenapa-napa, kalian sudah tahu,” tulisnya.
Pernyataan itu memperlihatkan rasa cemas yang nyata.
Baca Juga: War Tukar Uang Baru BI 2026: 7 Trik Biar Nggak Ketinggalan Kereta dan Pasti Kebagian Kuota
Damkar dan Solidaritas Publik
Sebagai petugas Damkar, Umam dikenal aktif membuat konten edukatif seputar keselamatan.
Banyak warganet pun memberikan dukungan moral dan meminta aparat berwenang mengusut ancaman tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa ruang digital bukan hanya soal viralitas.
Ada manusia di balik setiap akun.
Ada keluarga.
Ada risiko nyata ketika ancaman masuk ke ranah pribadi.
Di tengah derasnya arus informasi, penting bagi masyarakat untuk membedakan kritik, edukasi, dan intimidasi.
Karena ketika edukasi dibalas dengan teror, yang terancam bukan hanya satu orang, tetapi juga iklim kebebasan berpendapat itu sendiri.***