TITIKTEMU.CO - Kali ini bukan karena hiburan atau tren viral biasa, melainkan karena kisah seorang petugas pemadam kebakaran (Damkar) asal Depok, Khairul Umam, yang mengaku mendapat teror usai mengunggah video edukasi tentang fungsi helm sebagai alat pelindung diri (APD).
Awalnya, Umam hanya ingin menyampaikan pesan sederhana.
Lewat akun Instagram pribadinya, ia membuat konten edukatif tentang pentingnya penggunaan helm dengan benar.
Video itu diunggah setelah mencuatnya kasus dugaan penganiayaan oleh seorang oknum aparat terhadap seorang siswa MTs di Kota Tual, Maluku.
Dalam videonya, Umam menyampaikan kalimat yang kemudian viral.
“Ini namanya helm, gunanya untuk melindungi kepala, bukan untuk menghancurkan kepala.”
Kalimat tersebut ditafsirkan publik sebagai bentuk sindiran terhadap kasus kekerasan yang sedang ramai diperbincangkan.
Baca Juga: Kenapa Arab Saudi Larang Ayam dan Telur dari Indonesia? Ini Penjelasan Lengkapnya
Konten Edukasi yang Berujung Teror
Niat awalnya adalah edukasi.
Namun, tiga hari setelah video tersebut diunggah, situasi berubah.
Umam mengaku mulai menerima pesan ancaman dari orang tak dikenal.
Teror tidak hanya muncul di kolom komentar media sosial, tetapi juga masuk ke ranah pribadi melalui pesan WhatsApp.
Ia bahkan menyebut, pelaku teror mengetahui dua alamat rumahnya.
Pesan bernada intimidasi pun dikirimkan.
Tak hanya itu, nama orang tua Umam juga disebut dalam pesan ancaman tersebut.
Bagi siapa pun, situasi seperti ini tentu bukan hal sepele.