Baca Juga: Aksi Mahasiswa di Polda DIY: Doa, Protes, dan Ricuh di Ring Road Utara
Ketimpangan Akses Pendidikan
Cinta menekankan bahwa di Indonesia masih banyak anak muda cerdas yang terhambat bukan karena kurang kemampuan akademik, tetapi karena keterbatasan biaya.
Ia menyayangkan jika dana yang bersumber dari pajak rakyat justru dinikmati oleh mereka yang secara finansial berada.
Menurutnya, anak-anak dari keluarga kurang mampu yang punya prestasi tinggi justru sering kesulitan mengakses pendidikan luar negeri.
Padahal, jika diberi kesempatan, mereka sangat mungkin diterima di universitas ternama dunia.
Pernyataan ini pun kembali digaungkan netizen di tengah polemik terbaru.
Isu tentang keadilan distribusi beasiswa menjadi diskusi hangat.
Beasiswa Negara, Untuk Siapa?
LPDP selama ini dikenal sebagai program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Dana yang dikelola berasal dari anggaran negara, yang berarti bersumber dari kontribusi publik.
Karena itu, transparansi dan keadilan distribusi menjadi sorotan.
Perdebatan pun muncul:
Apakah beasiswa negara harus sepenuhnya berbasis kebutuhan ekonomi?
Atau murni berdasarkan merit akademik tanpa melihat latar belakang finansial?
Sebagian kalangan menilai merit system penting.
Namun sebagian lainnya berpendapat bahwa bantuan negara semestinya memprioritaskan mereka yang secara ekonomi terbatas.
Suara yang Menggugah