Maka sayang sekali jika Ramadan hanya berlalu tanpa doa dan perenungan.
Ramadan dan Jalan Keberuntungan Sejati
Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Al-Qur'an Surah Al-Mu'minun ayat 1–5, bahwa orang beriman yang khusyuk dalam salat, menjauhi hal sia-sia, menunaikan zakat, dan menjaga kehormatan diri adalah golongan yang beruntung.
Ramadan menjadi latihan intensif untuk masuk dalam kategori itu.
Puasa melatih fokus, tarawih melatih kekhusyukan, sedekah melatih kepedulian, dan doa hari keenam melatih kerendahan hati.
Pada akhirnya, Ramadan bukan tentang siapa yang paling lama menahan lapar, tetapi siapa yang paling sungguh-sungguh memperbaiki diri; dan mungkin, di hari keenam inilah langkah kecil menuju perubahan besar itu dimulai.***