Baca Juga: Tradisi Meron Di Pati, Untuk Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Penulis dan cendekiawan Inggris Karen Armstrong dalam bukunya Muhammad: Prophet for Our Time menulis bahwa selama sepuluh tahun pertama kenabian, Khadijah adalah sahabat paling setia.
Selama 24 tahun pernikahan mereka, Nabi tidak pernah beristri lain, sebuah fakta yang menunjukkan kedalaman relasi dan penghormatannya kepada Khadijah.
Khadijah wafat pada 619 M, tahun yang kemudian dikenal sebagai Tahun Kesedihan. Kehilangan itu begitu membekas dalam diri Nabi Muhammad SAW. Ia kehilangan bukan hanya istri, tetapi mitra perjuangan.
Dari pernikahan mereka lahir enam anak: dua putra, yaitu Qasim dan Abdullah yang wafat saat kecil, serta empat putri; Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah.
Dalam sejarah Islam, nama Khadijah selalu disebut dengan penuh hormat. Ia adalah simbol cinta yang rasional, iman yang matang, dan pengorbanan total.
Sebelum wahyu menggema ke seluruh penjuru dunia, ada seorang perempuan yang lebih dulu percaya, tanpa ragu, bahwa suaminya sedang menapaki jalan kenabian. Dari rumah sederhana itulah sejarah besar dimulai.***