nasional

Khadijah, Perempuan Luar Biasa yang Melampaui Zamannya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:05 WIB
Khadijah, Perempuan Luar Biasa yang Melampaui Zamannya. (Freepik)

Dalam perspektif sejarah, inilah fondasi rumah tangga yang kelak menjadi titik mula peradaban Islam.

Baca Juga: Kisah-Kisah Sahabat Nabi dan Ulama Gemar Baca Al Quran Saat Ramadhan, dari Umar bin Khatab hingga Imam Bukhari

Wahyu Pertama dan Keyakinan Tanpa Ragu

Lima belas tahun setelah pernikahan, wahyu pertama turun. Peristiwa di Gua Hira itu mengguncang batin Nabi Muhammad. Dalam kondisi gemetar dan ketakutan, ia pulang dan meminta diselimuti.

Di titik inilah peran Khadijah mencapai puncaknya. Ia tidak panik. Ia tidak ragu. Ia justru menenangkan suaminya.

Ia berkata bahwa bahwa Allah tidak akan menghinakan orang yang jujur, menyambung silaturahmi, menolong yang lemah, dan memuliakan tamu.

Sejarawan Muslim abad ke-8, Ibn Ishaq, meriwayatkan bahwa Khadijah kemudian membawa Nabi menemui Waraqah bin Naufal.

Waraqah memastikan bahwa pengalaman tersebut adalah wahyu yang sama seperti yang diterima nabi-nabi sebelumnya.

Pakar studi Islam di Harvard, Leila Ahmed, menilai peran Khadijah sangat krusial pada fase ini. “Bahkan saat mulai menerima wahyu, Muhammad sempat meragukan. Tapi Khadijah meyakinkannya,” ujarnya.

Mayoritas ulama sepakat, Khadijah adalah muslim pertama. Ia beriman tanpa jeda, tanpa negosiasi, tanpa syarat. Keyakinannya menjadi energi awal dakwah Islam.

Baca Juga: Masjid Soko Tunggal , Unik Hanya Ditunjang Satu Tiang Penyangga Tapi Sarat Filosofi

Penopang Dakwah dan Tahun Kesedihan

Ketika dakwah mulai terbuka, tekanan datang bertubi-tubi. Nabi Muhammad dicemooh, diancam, bahkan dikucilkan. Namun Khadijah tidak pernah mundur.

Ia menggunakan seluruh kekayaannya untuk menopang dakwah Islam yang masih rapuh. Semuadia lakukan demi syiar Islam, demi penyebaran ajaran islam.

Profesor sejarah Islam di Universitas Leeds, Fozia Bora, menyebut dukungan Khadijah sebagai fondasi kepercayaan diri Nabi. Tanpa dukungan domestik yang kuat, dakwah di ruang publik akan jauh lebih berat.

Halaman:

Tags

Terkini