ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah. (HR. Abu Daud)
Doa ini menjadi ungkapan syukur atas nikmat berbuka yang Allah berikan.
Baca Juga: 7 Amalan Sebelum Puasa Ramadhan 2026, Persiapan Cerdas agar Ibadah Makin Maksimal
Kenapa Waktu Berbeda di Tiap Daerah?
Perbedaan waktu berbuka terjadi karena posisi matahari tidak sama di setiap wilayah. Selain perbedaan zona waktu, garis lintang dan bujur memengaruhi kapan matahari terbenam.
Daerah yang lebih ke timur akan lebih dahulu memasuki Maghrib dibanding wilayah di barat dalam zona waktu yang sama.
Karena itu, menggunakan jadwal kota lain sangat tidak dianjurkan.
Pastikan selalu mengikuti jadwal imsakiyah sesuai domisili agar ibadah puasa tetap sah dan sesuai tuntunan.
Pada akhirnya, menjawab pertanyaan “jam berapa buka puasa?” bukan sekadar melihat angka di layar, tetapi memahami bahwa Islam telah memberikan pedoman yang jelas: berbukalah saat matahari terbenam, segerakan dengan penuh syukur, dan akhiri puasa sesuai sunnah Nabi ﷺ agar Ramadan benar-benar menjadi momen ibadah yang sempurna.***