Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila malam telah datang dari arah sini, siang telah pergi dari arah sana, dan matahari telah terbenam, maka orang yang berpuasa telah berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menjadi fondasi utama bahwa waktu berbuka ditentukan oleh tenggelamnya matahari, bukan sekadar perkiraan.
Artinya, menunda berbuka hingga langit benar-benar gelap bukanlah tuntunan. Justru Islam menganjurkan untuk menyegerakan berbuka.
Dalam hadits lain disebutkan:
“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menyegerakan berbuka adalah bagian dari sunnah dan bentuk ketaatan.
Selain bernilai ibadah, hal ini juga menjaga kondisi fisik setelah seharian menahan lapar dan haus.
Baca Juga: Panduan Niat Puasa Ramadhan 2026: Bacaan Arab Latin, Waktu dan Tata Cara menurut MUI Lengkap
Antara Berbuka dan Menjawab Adzan
Ketika adzan Maghrib berkumandang, sebagian orang bertanya: mana yang didahulukan, menjawab adzan atau langsung berbuka?
Menjawab adzan hukumnya sunnah, sementara berbuka dilakukan karena waktu puasa telah selesai.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa boleh langsung berbuka, terutama dengan air atau kurma, kemudian menjawab adzan dan bersiap shalat Maghrib.
Rasulullah ﷺ mencontohkan berbuka dengan sesuatu yang ringan sebelum melaksanakan shalat.
Doa yang dibaca saat berbuka adalah: